Ada berbagai cara untuk lebih mengenal Sang Pencipta. Cara yang paling mudah adalah dengan mengamati sekaligus menikmati hasil ciptaannya. Hal yang paling mudah ialah menikmati alam ini. Oleh karena jaman sekarang jaman instan, supaya instan juga bisa menikmati alam ialah meniru alam itu di sekitar rumah kita. Komponen alam yang termasuk paling menyenangkan ialah pohon. Pernahkah Anda bayangkan seandainya kita bisa meniru pohon yang besar dan indah dalam sebuah pot kecil, dan tentu saja, pohon itu juga berukuran kecil? Itulah bonsai, atau pohon pot. Ini beda dengan tabulampot atau tanaman buah dalam pot. Karena tabulampot mengutamakan buah atau supaya tanaman itu dapat keluar buahnya untuk dimanfaatkan atau dimakan buahnya. Sedangkan bonsai, lebih menekankan kepada keindahan sebuah pohon. Mungkin karena kesan tuanya, daunnya yang rimbun, batang dan akarnya yang kekar, bunganya yang indah, atau buahnya yang indah. Pendeknya, lebih untuk konsumsi mata dan perasaan hati. Lebih untuk memenuhi perasaan seni.
Meskipun bonsai bisa dibentuk sesuai keinginan yang punya, tapi hasil akhir tetap menjadi kekuasaan Tuhan. Dia merupakan ciptaan Tuhan juga. Kita manusia hanya bisa mengupayakan bentuknya, tetapi hasil akhir tetap Tuhan yang berkuasa menentukan.
Dan, ini bukan merupakan penyiksaan terhadap tumbuhan. Sebab tumbuhant tidak punya syaraf perasa yang sakit manakala cabangnya ditekuk-tekuk untuk dibentuk. Justru bonsai dibuat sesubur mungkin. Tapi pertumbuhannya diatur agar tetap indah.
